Kapolresta Pati Ajak Siswa SMKN 1 Pati Jauhi Narkoba dan Perundungan

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Kepolisian terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membentuk karakter pelajar agar terhindar dari berbagai perilaku menyimpang. Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit, S.I.K., M.H., saat memimpin upacara bendera di SMK Negeri 1 Pati, Senin (2/11/2026).

Dalam amanatnya, Kapolresta menyoroti sejumlah persoalan yang rentan terjadi di kalangan remaja. Mulai dari aksi perundungan atau bullying, rendahnya kedisiplinan, penyalahgunaan narkoba hingga kurangnya kesadaran dalam mematuhi aturan lalu lintas.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan. Melalui program ini, Polresta Pati berupaya memberikan edukasi secara langsung kepada pelajar sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga perilaku positif sejak dini.

Kombes Pol Sigit menyampaikan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik. Sikap, moral, kedisiplinan, serta kemampuan menghormati orang lain juga menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.

Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah perilaku bullying di lingkungan sekolah. Para siswa diminta tidak melakukan tindakan yang dapat merendahkan, mengintimidasi maupun menyakiti teman, termasuk melalui komentar atau unggahan di media sosial.

Ia mengajak seluruh pelajar untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat dengan mengedepankan rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Selain itu, kedisiplinan juga menjadi pesan yang ditekankan Kapolresta. Para siswa diharapkan mampu menaati tata tertib sekolah, menghargai waktu, mengikuti pembelajaran dengan baik, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajibannya.

Dalam kesempatan tersebut, bahaya narkoba juga menjadi materi edukasi. Kombes Pol Sigit meminta para pelajar tidak sekali-kali mencoba barang terlarang tersebut, meskipun hanya karena rasa penasaran atau pengaruh teman sebaya.

Menurutnya, lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja. Karena itu, siswa perlu selektif dalam memilih teman dan berani menolak setiap ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri.

Tidak hanya persoalan perilaku remaja, Kapolresta turut mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. Hal ini sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Para pelajar diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, tidak bermain telepon genggam ketika berkendara, serta memastikan telah memenuhi persyaratan sebelum mengemudikan kendaraan bermotor.

Kombes Pol Sigit menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya harus menjadi kesadaran setiap individu, bukan sekadar dilakukan karena takut terhadap sanksi petugas.

Di sisi lain, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian kepolisian. Pelajar diminta lebih cermat dalam menerima maupun membagikan informasi agar tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan konten negatif.

Ia berharap teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menunjang pendidikan, menyalurkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan diri.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Pati ingin memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berperilaku positif, bebas narkoba, anti-bullying, dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

(Humas Resta Pati)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.