PATI, inaraa.id – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Adika Maulana, menilai pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Pati masih belum berjalan optimal akibat kurangnya sinkronisasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan potensi pendapatan dari sektor wisata belum bisa dimaksimalkan.
“Selama ini antara pihak desa sama Pemda itu masih saling benturan. Jadi memang belum tersistem dengan baik,” ungkap Adika.
Ia menilai, komunikasi dan koordinasi antar pihak menjadi kunci penting dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Harus ada kesepahaman antara desa dan Pemda. Kalau tidak sinkron, potensi yang besar itu tidak akan maksimal,” jelasnya.
Adika berharap ke depan ada sistem yang lebih terintegrasi agar pengelolaan pariwisata di Pati bisa lebih efektif.
(ADV)
