Hama Tikus Mengganas di Pati Selatan Saat Kemarau, Petani Terancam Rugi

oleh -65 Dilihat
oleh

PATI, inaraa.id – Serangan hama tikus di wilayah Pati Selatan menjadi perhatian serius menjelang puncak musim kemarau. Banyaknya lahan pertanian yang tidak ditanami akibat minimnya pasokan air disebut menjadi pemicu meningkatnya populasi hama di kawasan tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mengatakan kondisi sawah yang dibiarkan kosong membuat tikus berkembang biak lebih cepat dan mengganggu area pertanian warga.

“Pati Selatan saat musim kemarau ini banyak hama tikus. Tanaman-tanaman tidak bisa ditanam, sehingga ini malah jadi sarang tikusnya,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dapat berdampak pada produktivitas pertanian saat musim tanam kembali dimulai. Ia menilai perlu ada langkah antisipasi sejak dini agar populasi tikus tidak semakin sulit dikendalikan.

Warsiti juga menyoroti metode pengendalian hama yang selama ini dilakukan. Ia menyebut gerakan gropyokan massal belum mampu memberikan hasil maksimal dalam menekan populasi tikus.

“Bantuan kayak dulu itu kan ada, sarang burung hantu. Terus yang kemarin tuh gropyokan. Kayak gitu, kalau gropyokan itu saya rasa kurang efektif,” katanya.

Komisi B DPRD Pati meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyusun pola penanganan yang lebih terintegrasi, termasuk penguatan metode alami seperti pemasangan rumah burung hantu dan gerakan pengendalian serentak di kawasan pertanian.

(ADV)