Kera Liar Kian Berani Masuk Kampung, DPRD Pati Dorong BKSDA Turun ke Prawoto

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Kemunculan kawanan kera liar di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, dinilai membutuhkan penanganan dari pihak yang memiliki kewenangan terhadap satwa liar. DPRD Pati mendorong Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Anggota DPRD Pati, Siti Maudlu’ah, mengatakan perilaku kawanan kera yang semakin sering memasuki permukiman perlu segera dicermati. Pasalnya, keberadaan satwa tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan bahkan menimbulkan korban.

“Kalau kera sudah berulang kali turun ke permukiman, berarti ada persoalan yang perlu dilihat di lapangan. Apakah karena sumber makanan dan air di habitatnya berkurang atau ada faktor lain. Ini perlu dikaji oleh pihak yang berkompeten,” kata Siti.

Ia menjelaskan, masyarakat selama ini hanya melakukan pengusiran ketika kawanan kera masuk ke lingkungan rumah. Namun cara tersebut belum menyelesaikan persoalan karena hewan-hewan itu kembali muncul pada waktu berikutnya.

Bahkan, kata Siti, kera dilaporkan berani masuk ke rumah warga. Dalam situasi tertentu, makanan yang berada di rumah maupun lokasi hajatan menjadi sasaran kawanan tersebut.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan penanganan tidak cukup dilakukan dengan mengusir kera setiap kali muncul. Pemerintah perlu mengetahui penyebab dan pola pergerakannya agar dapat menentukan solusi yang lebih efektif.

“Kita tidak ingin warga terus berhadapan dengan kera seperti ini. Tetapi kita juga tidak boleh mengambil tindakan yang salah terhadap satwa. BKSDA perlu melihat langsung dan memberikan rekomendasi penanganannya,” jelasnya.

Siti meminta Pemkab Pati memfasilitasi koordinasi dengan BKSDA serta perangkat desa untuk mencari langkah yang bisa diterapkan dalam jangka panjang.

Selain penanganan satwa, masyarakat juga perlu mendapat edukasi mengenai tindakan yang aman ketika berhadapan dengan kera liar. Warga diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat membuat hewan merasa terancam dan menjadi agresif.

“Harus ada pendampingan kepada warga. Mereka perlu tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari ketika kera masuk ke permukiman,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.