PATI, inaraa.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan pangan. Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Gembong menjadi perhatian kalangan DPRD Pati.
Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Suhartini, mengatakan keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak. Namun, persoalan keamanan makanan tidak boleh diabaikan karena menyangkut langsung kondisi siswa.
“MBG ini program yang bagus dan tujuannya juga baik. Tetapi jangan sampai dalam pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan bagi anak-anak yang menjadi penerima manfaat,” ujar Suhartini.
Ia menilai kejadian yang menimpa siswa di Gembong harus menjadi momentum untuk memperketat pengawasan terhadap proses penyediaan hingga distribusi makanan.
Terlebih, jumlah anak yang mengalami keluhan cukup besar. Sebanyak 269 anak terdampak, sementara 59 anak masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Suhartini meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi diketahui.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan anak-anak mendapatkan penanganan dengan baik dan penyebabnya harus diketahui. Jangan sampai ada kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai,” katanya.
Ia berharap evaluasi nantinya mampu menghasilkan perbaikan nyata sehingga masyarakat, khususnya orang tua siswa, kembali memiliki kepercayaan terhadap pelaksanaan MBG.
(ADV)









