Akses Penghubung Langgenharjo-Bakaran Diminta Jadi Perhatian Pemkab

oleh -56 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Kondisi jalan tanggul di sepanjang Sungai Selok yang menjadi penghubung Desa Langgenharjo dan Desa Bakaran, Kecamatan Juwana, dinilai perlu segera mendapat penanganan. Ruas yang masih berupa tanah tersebut kerap mengalami persoalan ketika hujan turun.

Genangan air membuat permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga berpotensi menghambat aktivitas warga yang melintas. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Demokrat, Mukit.

Menurut Mukit, jalan tanggul tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar. Akses itu tidak hanya digunakan sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menunjang berbagai aktivitas warga di kawasan Juwana.

“Jalan tanggul itu jangan dilihat hanya sebagai jalan biasa. Banyak aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses tersebut, sehingga kondisinya harus mendapat perhatian,” ujar Mukit.

Ia menjelaskan, karakteristik wilayah yang berada di sekitar aliran sungai membuat ruas jalan tersebut cukup rentan terhadap genangan. Perbaikan dengan pengaspalan dinilai belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan karena permukaan jalan kembali mengalami kerusakan setelah berulang kali terdampak air.

Karena itu, Mukit mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan jenis konstruksi yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan. Pembangunan menggunakan rabat beton disebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan jalan yang lebih kuat dan tahan terhadap genangan.

“Kalau memang lokasinya sering terkena genangan, tentu konstruksinya harus disesuaikan. Jangan sampai setiap beberapa waktu diperbaiki, kemudian rusak lagi. Rabat beton bisa menjadi salah satu pilihan,” katanya.

Mukit juga meminta instansi terkait melakukan survei secara langsung untuk mengetahui kondisi jalan secara menyeluruh. Hasil survei tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk penanganan serta kebutuhan anggaran.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur di kawasan pesisir membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan karakter wilayah. Penanganan yang tepat sejak awal dinilai lebih efektif dibandingkan melakukan perbaikan berulang pada titik yang sama.

“Yang penting akses masyarakat jangan sampai terganggu terus-menerus. Pemerintah perlu hadir dengan penanganan yang sifatnya jangka panjang,” tandasnya.

Mukit berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah sehingga akses penghubung Langgenharjo-Bakaran dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman dan nyaman.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.