Ali Badrudin Dorong Solusi Permanen Atasi Kekeringan di Pati

oleh -51 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati dinilai perlu diarahkan pada solusi jangka panjang. Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menilai distribusi air bersih menggunakan mobil tangki memang penting dalam kondisi darurat, tetapi tidak semestinya menjadi pola penanganan yang terus berulang setiap musim kemarau.

Menurut Ali, munculnya kembali kebutuhan dropping air menunjukkan masih adanya wilayah yang belum memiliki sumber air memadai. Karena itu, pemerintah daerah perlu mulai mengidentifikasi kawasan yang mengalami kekeringan secara berulang untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan infrastruktur penyediaan air.

“Dropping air memang penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat kondisi darurat. Tetapi jangan sampai setiap tahun solusinya hanya mengirim tangki. Harus ada upaya untuk menyediakan sumber air yang permanen,” ujarnya.

Ali mengatakan, pemetaan wilayah rawan kekeringan menjadi langkah awal yang penting. Dengan data tersebut, pembangunan infrastruktur air dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah pembangunan sumur bor. Namun, pelaksanaannya tetap harus melihat kondisi geografis serta potensi ketersediaan air bawah tanah di wilayah tersebut.

“Harus dipetakan daerah mana saja yang setiap tahun mengalami kekeringan. Dari situ baru kita tentukan kebutuhan infrastrukturnya. Kalau memang memungkinkan dibuat sumur bor, ya dibuat sumur bor,” katanya.

Ia menilai penyediaan sumber air permanen juga dapat memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran. Penanganan yang selama ini banyak mengandalkan distribusi air secara berkala diharapkan perlahan dapat dikurangi dengan hadirnya infrastruktur yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Tak hanya kebutuhan rumah tangga, Ali meminta aspek pertanian turut diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan sumber air. Menurutnya, satu sumber air yang mampu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung kegiatan pertanian akan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Jangan hanya melihat kebutuhan air untuk minum dan kebutuhan rumah tangga. Pertanian juga harus diperhatikan. Kalau sumber air bisa sekaligus mendukung irigasi, tentu manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

DPRD Pati, lanjut Ali, siap mengawal langkah pemerintah daerah tersebut melalui pembahasan program dan anggaran. Ia berharap penanganan kekeringan ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada respons ketika krisis terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembangunan infrastruktur.

Bagi Ali, ukuran keberhasilan penanganan kekeringan bukan semata-mata dari jumlah bantuan air yang tersalurkan. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan semakin sedikit masyarakat yang harus bergantung pada dropping air ketika musim kemarau kembali tiba.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.