PATI – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Yoga Dermawan, mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menerapkan kebijakan yang memperhatikan kondisi ekonomi masing-masing keluarga peserta didik. Menurutnya, sekolah perlu mengedepankan prinsip keadilan sehingga tidak ada siswa yang merasa terbebani dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Yoga mengatakan latar belakang ekonomi masyarakat di Kabupaten Pati sangat beragam. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan perlengkapan belajar maupun kebutuhan sekolah hendaknya disusun secara bijaksana dan tidak memberatkan orang tua.
“Setiap keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang berbeda. Karena itu, sekolah perlu mengedepankan komunikasi dan kebijakan yang fleksibel, sehingga seluruh peserta didik tetap dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman tanpa memberikan tekanan kepada orang tua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dapat diakses tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik.
Yoga juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati untuk terus melakukan pembinaan kepada sekolah agar setiap kebijakan yang diterapkan tetap mengutamakan kepentingan peserta didik dan sejalan dengan semangat pemerataan akses pendidikan.
“Kami berharap sekolah dapat mengedepankan musyawarah dan rasa kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Jangan sampai ada anak yang merasa terbebani atau kehilangan semangat belajar karena persoalan ekonomi. Pendidikan harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk berkembang dan meraih prestasi,” tegas Yoga Dermawan.
Ia menambahkan Komisi D DPRD Pati akan terus mengawal penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Pati agar berjalan secara adil, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
(ADV)










