Bandang: Petambak Harus Mandiri Bibit agar Tak Bergantung Daerah Lain

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendorong petambak di Kabupaten Pati untuk mulai mandiri dalam penyediaan bibit ikan nila salin.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bibit dari luar daerah justru menghambat perkembangan program nila salin yang tengah dikembangkan pemerintah.

Bandang mengatakan, hingga kini masih banyak petambak yang membeli bibit dari luar karena keterbatasan kemampuan pembibitan di tingkat lokal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi melalui kebijakan yang mendorong lahirnya pembenih-pembenih baru di Pati.

“Kalau kebutuhan bibit masih dipenuhi dari luar daerah, nilai tambahnya ikut keluar. Kita harus membangun kemandirian petambak agar rantai usaha budidaya benar-benar tumbuh di Pati,” katanya.

Ia menjelaskan, ketersediaan bibit lokal bukan hanya akan memangkas biaya produksi, tetapi juga mempermudah petambak memperoleh benih yang sesuai dengan karakteristik tambak di wilayah Pati.

Karena itu, Bandang meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pembibitan melalui pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program nila salin tidak hanya diukur dari luas lahan budidaya, tetapi juga dari kemampuan daerah memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri.

“Jika petambak sudah mampu menghasilkan bibit sendiri, biaya produksi akan lebih efisien, keuntungan meningkat, dan ekonomi masyarakat pesisir ikut bergerak. Itu yang harus menjadi tujuan bersama,” tegas Bandang.

Komisi D DPRD Pati berharap sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok petambak terus diperkuat agar pengembangan nila salin mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Pati.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.