PATI, inaraa.id – Tingginya porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi A dari Fraksi NasDem, Karwito, menilai komposisi tersebut perlu segera dikendalikan agar kondisi fiskal daerah lebih sehat.
Ia menyebut, saat ini belanja pegawai masih berada di kisaran 34 persen. Angka tersebut dinilai perlu ditekan hingga sekitar 30 persen guna memberi ruang lebih bagi belanja pembangunan dan program prioritas lainnya.
“Porsi belanja pegawai kita masih di angka 34 persen. Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama tim anggaran, agar bisa ditekan mendekati 30 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Karwito tidak menutup kemungkinan adanya penambahan pegawai melalui rekrutmen CPNS. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut harus dilakukan secara terukur dan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Penambahan pegawai boleh saja, tapi harus dihitung dengan matang. Jangan sampai justru membebani APBD,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan melanjutkan pembahasan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) guna mencari formulasi terbaik dalam menyeimbangkan kebutuhan pegawai dan kapasitas anggaran daerah.
(ADV)










