Chandra Dorong Desalinasi untuk Atasi Kekeringan di Pati

oleh -18 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Pemerintah Kabupaten Pati mendorong percepatan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pengolahan air payau melalui teknologi desalinasi serta perluasan jaringan air bersih.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau kondisi kekeringan di Desa Triguno, Selasa (6/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Chandra mengatakan, distribusi air bersih saat ini masih dilakukan sebagai langkah penanganan darurat. Namun, Pemkab Pati juga mulai menyiapkan solusi permanen agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air tangki setiap kali musim kemarau.

“Kami menyiapkan langkah strategis agar kekeringan ini bisa teratasi secara tuntas, termasuk melalui desalinasi air bersih,” kata Chandra.

Menurutnya, Pemkab Pati memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) serta dukungan dari pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Selain distribusi air tangki, Pemkab Pati juga berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bening untuk memperluas jaringan pelayanan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PDAM terkait perluasan jaringan. PDAM Tirta Bening saat ini memiliki sekitar 47 ribu pelanggan dan jaringannya akan kami perluas,” ujarnya.

Perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih ke wilayah yang selama ini menjadi kawasan rawan kekeringan. Dengan demikian, penanganan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air tangki, tetapi juga melalui penyediaan infrastruktur air bersih secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan persoalan yang dihadapi warga Desa Triguno bukan hanya terbatas pada ketersediaan air ketika musim kemarau. Kondisi air tanah yang payau juga menjadi persoalan karena tidak dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.

“Kami bersama TP PKK Provinsi Jawa Tengah memberikan air bersih. Bukan hanya membantu, tetapi juga mencari solusi,” kata Taj Yasin.

Taj Yasin juga menyoroti keberadaan bendungan di wilayah Triguno yang memiliki kapasitas sekitar 35 ribu meter kubik. Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi agar distribusi air dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah bersama Universitas Diponegoro (Undip) tengah mendorong pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kita nanti akan melanjutkan program Pemprov Jawa Tengah bersama Undip, yaitu desalinasi. Kita bikin di desa ini supaya air payau nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujarnya.

Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menambahkan, penanganan kekeringan melalui program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab) tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan air.

Menurutnya, kader PKK juga perlu memiliki kemampuan mitigasi dan penanganan bencana sehingga dapat berperan di tingkat masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

“PKK Sigab ini adalah siaga dan tanggap bencana. Kita bukan hanya memberikan air dari mobil-mobil tangki, tetapi juga mengupayakan kader-kader PKK di Pati dilatih untuk mitigasi bencana,” ungkap Nawal.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 tangki air bersih disalurkan kepada warga Desa Triguno. Sebanyak 20 tangki berasal dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, sedangkan 10 tangki lainnya berasal dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah.

Nawal bersama kader PKK juga turut membantu warga memindahkan air ke wadah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, buku panduan PKK Sigab diserahkan kepada kader sebagai bagian dari penguatan edukasi kebencanaan di masyarakat.

Nawal menegaskan, distribusi air tangki merupakan langkah jangka pendek. Untuk mengatasi persoalan secara lebih berkelanjutan, pengolahan sumber air payau melalui teknologi desalinasi dinilai perlu dikembangkan.

“Bantuan air dalam tangki ini hanya menyelesaikan di bagian permukaan. Karena itu, perlu ada solusi seperti pengeboran yang airnya asin, kemudian diolah melalui program desalinasi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra, unsur Forkopimda Kabupaten Pati, Pj Sekda Pati, kepala OPD di lingkungan Pemkab Pati, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, TP PKK Kecamatan Pucakwangi, serta perwakilan desa dari wilayah terdampak kekeringan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.