Cuaca Ekstrem Kerap Landa Pesisir, DPRD Pati Desak Skema Bantuan untuk Pembudidaya Tambak

oleh -420 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, meminta Pemerintah Kabupaten Pati memberikan perhatian yang seimbang kepada seluruh sektor usaha yang terdampak bencana alam, termasuk perikanan budidaya dan nelayan. Menurutnya, selama ini penanganan pascabencana masih lebih banyak berfokus pada sektor pertanian tanaman pangan, sementara kerugian yang dialami petambak belum sepenuhnya mendapat perhatian.

Muslihan mengatakan, banjir, rob, maupun luapan sungai kerap menyebabkan kerusakan tambak, hilangnya benih ikan dan udang, hingga rusaknya tanggul yang menjadi penopang aktivitas budidaya masyarakat pesisir. Kondisi tersebut membutuhkan biaya besar untuk memulai usaha kembali.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap dampak bencana yang dialami para pelaku usaha perikanan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Petambak dan nelayan juga mengalami kerugian yang tidak kecil ketika bencana datang. Pemerintah harus memastikan mereka masuk dalam pendataan sehingga bisa memperoleh bantuan yang dibutuhkan untuk kembali berproduksi,” ujar Muslihan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai pemulihan ekonomi masyarakat pesisir harus menjadi bagian penting dalam kebijakan penanggulangan bencana. Menurutnya, keberlangsungan sektor perikanan turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antara perangkat daerah yang menangani sektor pertanian, perikanan, dan kebencanaan agar proses pendataan maupun penyaluran bantuan berjalan lebih efektif.

Muslihan menegaskan Komisi B DPRD Pati akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar seluruh kelompok masyarakat terdampak memperoleh perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis usaha yang dijalankan.

“Yang kami dorong adalah keadilan dalam penyaluran bantuan. Jangan sampai masyarakat pesisir yang kehilangan mata pencaharian justru terlewat karena belum tercatat dalam pendataan. Semua sektor yang terdampak harus mendapatkan perhatian yang proporsional,” tegasnya.

Ia berharap dengan pendataan yang lebih akurat dan koordinasi antarlembaga yang semakin baik, program pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Pati segera kembali pulih.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.