Didin Syafrudin Minta Sekolah Perkuat Pencegahan Perundungan

oleh -91 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Perlindungan peserta didik dari segala bentuk kekerasan dan perundungan harus menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Didin Syafrudin, meminta agar dugaan perundungan yang terjadi di Sekolah Rakyat (SR) Pati menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Didin menilai, sekolah memiliki peran penting tidak hanya dalam memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengajarkan siswa untuk menghargai sesama. Karena itu, setiap anak perlu mendapatkan perlakuan yang baik tanpa merasa terancam selama mengikuti kegiatan pendidikan.

Menurut politisi Partai NasDem tersebut, terciptanya lingkungan sekolah yang aman membutuhkan aturan yang tegas dan pengawasan secara berkelanjutan. Pihak sekolah juga perlu memastikan bahwa siswa memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan atau melaporkan tindakan yang mengarah pada intimidasi maupun kekerasan.

Ia menambahkan, interaksi antarsiswa perlu menjadi perhatian pengelola sekolah. Perselisihan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari harus ditangani sejak awal agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius dan berdampak terhadap kondisi psikologis maupun proses belajar anak.

Didin berharap, dugaan perundungan di SR Pati dapat ditangani secara objektif dan menyeluruh dengan tetap mengedepankan kepentingan serta perlindungan peserta didik. Proses penanganannya juga harus mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi bersama. Langkah pencegahan perlu diperkuat melalui pembinaan karakter, pengawasan yang efektif, serta penanaman nilai saling menghormati di kalangan siswa.

Didin menegaskan, perbedaan karakter maupun pendapat di antara peserta didik semestinya menjadi bagian dari proses pembelajaran sosial, bukan alasan untuk melakukan intimidasi. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang inklusif, bebas diskriminasi, dan memberikan rasa aman bagi setiap anak.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.