DPC GMNI se-Jatim Kecam Kericuhan dan Dugaan Intervensi Senior di Konferda 2026

oleh -13 Dilihat
oleh
banner 468x60

NGANJUK — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Jawa Timur mengecam keras dugaan aksi kekerasan dan intervensi senior dalam Konferensi Daerah (Konferda) GMNI Jatim 2026. Forum yang seharusnya menjadi ruang konsolidasi dan pertukaran gagasan tersebut diwarnai kericuhan hingga berujung pada pemukulan sejumlah kader.

Ketua DPC GMNI Jombang sekaligus perwakilan DPC GMNI se-Jatim, Dafa Raihan, menegaskan bahwa Konferda merupakan ruang ideologis dan akademis yang tidak semestinya diwarnai tindakan premanisme.

Dugaan Intervensi dan Kronologi Kericuhan
Pernyataan sikap DPC GMNI se-Jatim menyoroti beberapa poin utama terkait pemicu kericuhan:

Intervensi Senior: Dinamika memanas diduga dipicu oleh pertemuan salah satu Ketua DPC dengan seorang senior sehari sebelum Konferda, yang menghasilkan arahan untuk memaksakan kepentingan pribadi serta kandidat tertentu.

Pelanggaran Prosedur: Salah satu DPC mengundang unsur Surabaya Raya yang bukan peserta resmi tanpa persetujuan panitia.

Keterlibatan Cabang: Kericuhan dan aksi pemukulan diduga melibatkan unsur dari GMNI Jember, Pasuruan, Probolinggo, dan Surabaya Raya.

Tuntutan Hukum dan Imbauan Kader
Atas insiden tersebut, DPC GMNI se-Jatim menyampaikan dua tuntutan utama:
1. Usut Tuntas Kerusuhan: Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh rangkaian kejadian, mulai dari pelaku pemukulan hingga aktor intelektual di balik kericuhan.
2. Menjaga Marwah Organisasi: Mengimbau seluruh kader GMNI se-Jawa Timur agar tetap solid, tidak terprovokasi agenda pribadi oknum tertentu, serta terus menjaga persatuan dan nilai-nilai organisasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.