PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, Eko Sulistio, mengapresiasi Kecamatan Wedarijaksa yang mengangkat kehidupan petani garam melalui sajian tari dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.
Menurut Eko, pengangkatan petani garam dalam festival budaya menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir Pati kepada khalayak yang lebih luas. Seni dan budaya dinilai dapat menjadi media untuk mengenalkan berbagai potensi daerah tanpa menghilangkan nilai serta cerita yang ada di dalamnya.
“Saya mengapresiasi Kecamatan Wedarijaksa yang mengangkat petani garam melalui seni tari. Ini bukan hanya pertunjukan, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir Pati. Ketika potensi tersebut dikemas melalui seni dan budaya, masyarakat akan lebih mengenal sekaligus menghargai produk dan para petani yang menghasilkannya,” ujar Eko.
Sebagai anggota Komisi B yang membidangi antara lain sektor perekonomian, Eko menilai keberadaan petani garam memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. Menurutnya, pengembangan sektor pergaraman perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi produksi, kualitas maupun pemasaran.
Ia menambahkan, promosi potensi garam melalui kegiatan budaya juga dapat membangun kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal. Menurutnya, narasi mengenai kerja keras petani garam perlu terus disampaikan agar masyarakat memahami bahwa produksi garam merupakan bagian dari aktivitas ekonomi yang menopang kehidupan warga.
“Jangan sampai kita hanya melihat garam sebagai sebuah komoditas, tetapi lupa bahwa di baliknya ada petani yang bekerja keras dan menggantungkan penghidupannya dari tambak garam. Karena itu, saya berharap perhatian terhadap petani garam terus diperkuat, termasuk dalam peningkatan kualitas produksi dan nilai tambahnya,” katanya.
Eko berharap Festival Adhi Loka dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan potensi unggulan masing-masing kecamatan. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakter dan kekayaan lokal yang apabila dikembangkan secara tepat dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas budaya Kabupaten Pati.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan. Budaya bisa menjadi pintu untuk mengenalkan potensi ekonomi daerah. Wedarijaksa punya petani garam, dan ini harus menjadi kebanggaan kita bersama. Jangan hanya dilestarikan sebagai cerita, tetapi juga harus didorong agar memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)










