PATI, inaraa.id – Usulan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pati akan dikaji lebih mendalam. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Adam Maulana, menyebut pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPSDM).
Menurutnya, pengadaan ASN harus direncanakan secara cermat agar tidak hanya menjawab kebutuhan organisasi, tetapi juga tetap selaras dengan kemampuan fiskal daerah.
“Memang kebutuhan PNS itu harus dipenuhi, namun kita juga tidak bisa mengesampingkan kondisi anggaran yang ada,” ungkapnya.
Adam menyoroti, porsi belanja pegawai saat ini masih berada di kisaran 34 persen. Oleh karena itu, diperlukan langkah efisiensi agar dapat ditekan hingga mendekati 30 persen, sehingga struktur APBD menjadi lebih sehat.
“Hal ini yang akan kita bahas bersama BKPSDM, agar ditemukan formulasi yang tepat. Jangan sampai kebutuhan pegawai terpenuhi, tetapi berdampak pada ketidakseimbangan anggaran,” jelasnya.
Ia berharap, melalui koordinasi tersebut, kebijakan pengadaan CPNS di Kabupaten Pati dapat berjalan lebih terarah, proporsional, serta tetap memperhatikan kapasitas keuangan daerah.
(ADV)












