PATI, inaraa.id – DPRD Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah agar tidak menunda penanganan kawasan permukiman kumuh yang masih dijumpai di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan jika tidak segera ditangani.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan tersebut. Hal itu ia sampaikan usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Selasa (7/4/2026).
“Permukiman kumuh ini tidak bisa dibiarkan. Sebagai bagian dari pemerintah, kita harus mampu memberikan solusi karena kondisi seperti ini rawan menimbulkan penyakit,” ujarnya.
Menurut Joni, munculnya kawasan kumuh dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingginya kepadatan penduduk, pengelolaan sampah yang belum optimal, hingga kondisi lingkungan yang rentan banjir.
Ia mencontohkan salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serius, yakni RW 2 Desa Growong Kidul yang saat ini masuk dalam kategori kawasan kumuh.
“Wilayah tersebut perlu penanganan segera agar tidak semakin meluas dampaknya,” jelasnya.
Melalui forum diskusi yang telah digelar, Joni berharap pemerintah daerah dapat segera merumuskan langkah strategis dan terukur guna memperbaiki kualitas lingkungan. Dengan demikian, masyarakat dapat tinggal di kawasan yang lebih sehat, aman, dan layak huni.
(ADV)
