DPRD Pati Minta Revitalisasi Trotoar Panglima Sudirman Utamakan Pejalan Kaki

oleh -111 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Penataan kembali trotoar di Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati diharapkan tidak sekadar mengubah tampilan kawasan pusat kota. Revitalisasi tersebut dinilai perlu diarahkan untuk menghadirkan ruang pedestrian yang aman, nyaman, dan dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Muntamah, mengatakan kebutuhan pejalan kaki harus menjadi pertimbangan utama dalam proses penataan trotoar.

Menurutnya, fasilitas pedestrian merupakan bagian penting dari ruang publik. Karena itu, pembangunan trotoar tidak cukup hanya memperhatikan aspek visual, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat menggunakannya dengan aman dalam aktivitas sehari-hari.

“Yang paling penting trotoar ini nantinya benar-benar nyaman dan aman untuk pejalan kaki. Jangan sampai fungsi utamanya justru kalah dengan kepentingan lainnya,” ujar Muntamah.

Ia juga meminta desain revitalisasi mempertimbangkan kebutuhan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Lansia, anak-anak hingga penyandang disabilitas perlu memperoleh akses yang mudah dan aman saat menggunakan fasilitas tersebut.

Selain jalur pedestrian, Muntamah menilai sejumlah fasilitas pendukung juga perlu menjadi bagian dari perencanaan. Penerangan, sistem drainase, tempat duduk, hingga akses keluar-masuk trotoar dinilai penting untuk menunjang kenyamanan masyarakat.

“Kalau konsepnya ingin dibuat lebih modern seperti kawasan pedestrian di kota-kota besar, fasilitas pendukungnya juga harus dipikirkan sejak awal,” katanya.

Menurutnya, revitalisasi Jalan Panglima Sudirman dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas ruang publik di Kabupaten Pati. Kawasan pusat kota diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas, tetapi juga menyediakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berjalan dan beraktivitas.

Muntamah menegaskan, keberhasilan penataan trotoar nantinya tidak semata-mata diukur dari perubahan tampilan kawasan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadi bukan sekadar membangun trotoar baru, tetapi bagaimana masyarakat merasa nyaman ketika berada di kawasan tersebut,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.