PATI, inaraa.id – DPRD Kabupaten Pati menekankan bahwa program SPPG harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mengatakan bahwa program tersebut memiliki tujuan strategis sehingga pelaksanaannya tidak boleh sekadar formalitas.
“Program ini bukan hanya rutinitas, tapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas bahan pangan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan program.
“Kalau kualitas bahan tidak diperhatikan, maka tujuan peningkatan gizi juga tidak akan tercapai,” tegasnya.
Yeti juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak hanya berfokus pada serapan anggaran.
“Jangan sampai orientasinya hanya pada anggaran terserap, tapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program harus diukur dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang paling penting adalah manfaatnya, apakah benar-benar dirasakan atau tidak,” imbuhnya.
DPRD Pati Tekankan Program SPPG Harus Berdampak pada Gizi Masyarakat
PATI, inaraa.id – DPRD Kabupaten Pati menekankan bahwa program SPPG harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mengatakan bahwa program tersebut memiliki tujuan strategis sehingga pelaksanaannya tidak boleh sekadar formalitas.
“Program ini bukan hanya rutinitas, tapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas bahan pangan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan program.
“Kalau kualitas bahan tidak diperhatikan, maka tujuan peningkatan gizi juga tidak akan tercapai,” tegasnya.
Yeti juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak hanya berfokus pada serapan anggaran.
“Jangan sampai orientasinya hanya pada anggaran terserap, tapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program harus diukur dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang paling penting adalah manfaatnya, apakah benar-benar dirasakan atau tidak,” imbuhnya.
(ADV)












