DPRD Yakin Kebijakan BBM Rp15 Ribu Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Nelayan Pati

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi menjadi Rp15.000 per liter bagi nelayan pengguna kapal 30–200 GT diyakini akan membawa dampak positif terhadap geliat ekonomi pesisir di Kabupaten Pati. DPRD Kabupaten Pati menilai kebijakan tersebut bukan sekadar meringankan biaya operasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan biaya bahan bakar selama ini menjadi komponen terbesar dalam aktivitas melaut. Ketika harga BBM lebih terjangkau, nelayan memiliki kesempatan untuk meningkatkan frekuensi pelayaran dan memperluas daerah penangkapan ikan.

“Selama ini banyak nelayan yang harus menghitung ulang biaya melaut karena harga BBM cukup tinggi. Dengan adanya kebijakan ini, kami optimistis produktivitas mereka akan meningkat dan hasil tangkapan bisa lebih maksimal,” ujar Mukit.

Ia menilai peningkatan aktivitas melaut akan berdampak berantai terhadap sektor ekonomi lainnya. Pasokan ikan yang lebih stabil diyakini akan menggerakkan aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), industri pengolahan hasil laut, hingga perdagangan ikan di pasar-pasar tradisional.

Menurut Mukit, Kabupaten Pati sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan tangkap terbesar di Pantura Jawa Tengah perlu memanfaatkan kebijakan tersebut sebagai momentum memperkuat daya saing sektor kelautan.

“Kalau hasil tangkapan meningkat, tentu pendapatan nelayan ikut naik. Dampaknya juga dirasakan pedagang, pengusaha es batu, pengangkut hasil laut hingga UMKM yang bergerak di bidang olahan ikan. Efek ekonominya sangat luas,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyelaraskan kebijakan tersebut dengan program pemberdayaan nelayan, mulai dari peningkatan fasilitas pelabuhan, kemudahan perizinan, hingga pendampingan pemasaran hasil tangkapan.

Komisi B DPRD, lanjut Mukit, akan terus mendorong kebijakan yang mampu memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.

“Kami ingin kebijakan ini menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir. Jika sektor perikanan tumbuh, kesejahteraan nelayan juga akan semakin baik dan roda ekonomi daerah ikut bergerak,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.