Dugaan Keracunan MBG Gembong Masuk KLB, Pemkab Pati Prioritaskan Keselamatan Korban

oleh -44 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pati setelah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemkab Pati memastikan penanganan terhadap siswa maupun guru yang mengalami keluhan kesehatan menjadi prioritas utama. Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, pihak sekolah, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, meskipun dirinya sedang berada di Jakarta ketika kejadian berlangsung, pihaknya langsung memonitor perkembangan penanganan setelah menerima laporan.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Menurut Chandra, status KLB membuat penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Pemkab juga memastikan persoalan pembiayaan tidak menjadi kendala bagi korban maupun keluarga.

Ia menjelaskan, dalam kondisi darurat, pembiayaan penanganan dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban.

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” tuturnya.

Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis (10/9/2026) dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Pemkab Pati juga tidak hanya berfokus pada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit. Tenaga kesehatan diterjunkan untuk memantau kondisi siswa yang masih mengalami keluhan dan melakukan kunjungan langsung ke rumah.

“Kami terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dengan perawat, dengan Direktur rumah sakit dan bahkan Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk datang langsung ke rumah-rumah siswa yang menjadi korban,” ujar Chandra.

Pemkab Pati memastikan penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi korban benar-benar terpantau. Di saat bersamaan, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban.

Chandra juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.