Genuk Kemiri Dinilai Berpotensi Jadi Wisata Edukasi Sejarah Pati

oleh -25 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Situs Genuk Kemiri yang berada di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi. Keberadaan situs tersebut dianggap dapat menjadi sarana untuk mengenalkan perjalanan sejarah Kabupaten Pati kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, mengatakan pengembangan wisata sejarah perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, pembenahan kawasan situs harus berjalan beriringan dengan penyajian informasi sejarah yang mudah dipahami dan menarik bagi pengunjung.

Ia menilai nilai historis yang dimiliki Genuk Kemiri menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif. Karena itu, pengelolaannya tidak cukup hanya memperhatikan kondisi fisik kawasan, tetapi juga perlu memperkuat narasi sejarah yang menyertainya.

“Genuk Kemiri memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Pati. Jadi bukan hanya tempatnya yang dibenahi, tetapi cerita sejarahnya juga harus dikemas dengan baik agar masyarakat yang datang bisa memahami nilai yang ada di sana,” ujar Narso.

Menurutnya, konsep wisata sejarah memiliki kelebihan karena mampu menggabungkan unsur rekreasi dengan pembelajaran. Pengunjung tidak sekadar datang untuk melihat sebuah situs, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan daerah.

Situs Genuk Kemiri sendiri memiliki keterkaitan dengan sejarah Kadipaten Pati Pesantenan serta kisah Adipati Kembang Joyo. Nilai historis tersebut, kata Narso, dapat menjadi bagian utama dalam pengembangan kawasan sebagai tujuan wisata sejarah.

Lebih lanjut, Narso mendorong agar Genuk Kemiri juga diarahkan menjadi salah satu lokasi pembelajaran bagi pelajar. Kunjungan sekolah ke kawasan tersebut dinilai dapat menjadi metode alternatif untuk mengenalkan sejarah lokal secara langsung.

“Generasi muda Pati perlu mengetahui sejarah daerahnya sendiri. Jangan sampai mereka lebih mengenal sejarah dari daerah lain, sementara peninggalan sejarah yang berada di lingkungannya justru tidak banyak diketahui,” tandasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.