PATI, inaraa.id – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai perlu menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Fraksi Partai Gerindra DPRD Pati mendorong pemerintah daerah lebih optimal menggali berbagai sumber pendapatan yang berpotensi memperkuat kemampuan fiskal daerah.Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pati, Yeti Kristianti, menyampaikan bahwa penguatan PAD memiliki peran penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat.Dalam pandangan umum fraksinya terhadap Raperda APBD 2027, PAD Kabupaten Pati diproyeksikan mencapai sekitar Rp645,57 miliar. Menurut Yeti, angka tersebut perlu diikuti dengan strategi yang terukur agar potensi pendapatan daerah dapat terus berkembang.Ia menekankan, peningkatan PAD hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian target penerimaan. Optimalisasi pendapatan juga harus mempertimbangkan kualitas pelayanan publik serta kondisi masyarakat.“Peningkatan PAD harus berjalan seiring dengan perbaikan pelayanan dan pengelolaan potensi daerah. Jangan sampai orientasinya hanya mengejar angka, tetapi manfaat yang diterima masyarakat tidak ikut meningkat,” ujar Yeti.Gerindra juga mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan dan inventarisasi terhadap seluruh potensi pendapatan yang dimiliki Kabupaten Pati. Sejumlah sektor yang selama ini belum memberikan kontribusi secara maksimal dinilai perlu dikaji kembali untuk melihat peluang pengembangannya.Menurutnya, peningkatan PAD yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah. Dengan demikian, pembiayaan pembangunan, pelayanan masyarakat, serta berbagai program prioritas dapat ditopang dengan kemampuan keuangan daerah yang semakin kuat.Karena itu, Fraksi Gerindra berharap pembahasan APBD 2027 tidak berhenti pada penyusunan struktur pendapatan dan belanja, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas fiskal Kabupaten Pati dalam jangka panjang.
(ADV)









