PATI – Keberpihakan anggaran untuk sektor agraria di Kabupaten Pati dinilai perlu terus ditingkatkan secara berkala. Parlemen daerah menginginkan adanya keseriusan dari jajaran pengambil kebijakan untuk mengalokasikan porsi fiskal yang representatif bagi pemulihan ekonomi masyarakat pinggiran yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani dan petani mandiri.
Mengabaikan pemenuhan fasilitas pertanian sama saja dengan memperlemah fondasi ekonomi daerah itu sendiri. Oleh karena itu, DPRD Pati secara konsisten menyuarakan aspirasi para petani kecil agar suara dan keluhan mereka di gubuk-gubuk sawah terdengar jelas di ruang rapat paripurna gedung dewan.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mengingatkan kembali esensi dasar dari keberadaan pemerintah adalah untuk melayani dan memperkuat sektor usaha yang menjadi sendi kehidupan rakyat banyak.
“Karena itu kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan alat pertanian bagi kelompok tani. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan pekerjaan petani, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” pungkas Warsiti merangkum draf misi perjuangannya.
Warsiti menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian ini adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah merugikan daerah. Dengan petani yang berdaya dan berkecukupan alat kerja, maka stabilitas sosial dan ketahanan ekonomi Kabupaten Pati akan senantiasa terjaga dalam situasi apa pun.
Perjuangan politik anggaran ini diharapkan mampu melahirkan kepastian bagi para pemuda desa untuk tidak ragu melanjutkan profesi orang tua mereka sebagai petani modern yang mandiri, sukses, dan bermartabat.











