PATI — Pembangunan ruas jalan Tlogowungu menuju kawasan Wisata Gunungrowo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai dipercepat. Infrastruktur tersebut diharapkan segera bisa dimanfaatkan masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun membuka akses menuju kawasan wisata dan lahan pertanian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Riyoso melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hasto Utomo, meminta pelaksana proyek tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi tetap memperhatikan kualitas pekerjaan.
Menurut Hasto, mutu konstruksi menjadi hal penting agar jalan yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah perbaikan ruas jalan dari Tlogowungu ke Sitiluhur sudah selesai dengan konstruksi aspal hotmix. Semoga bisa memperlancar akses mobilitas warga dan mendukung objek wisata yang ada di sekitarnya,” kata Hasto.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Artha Karya Sejati dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar. Jalan yang ditangani memiliki panjang 750 meter dengan lebar empat meter menggunakan konstruksi aspal hotmix.
Hasto menyebut pembangunan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjawab keluhan masyarakat, khususnya warga Desa Guwo, Ketanggan, dan Sitiluhur yang selama ini menghadapi kondisi jalan yang kurang nyaman untuk dilalui.
Selain menunjang mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena berada di jalur yang mengarah ke kawasan wisata. Akses yang lebih baik diharapkan ikut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar jalur tersebut.
“Kami akan terus mengawal seluruh pekerjaan infrastruktur sampai selesai. Harapannya masyarakat bisa segera menikmati akses jalan yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Di sisi lain, Hasto mengatakan pemerintah daerah juga terus menyelesaikan program peningkatan kemantapan jalan kabupaten melalui realokasi anggaran sebesar Rp210 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, terutama yang kondisinya cukup berat.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, akses menuju pusat kegiatan ekonomi, pertanian, maupun destinasi wisata diharapkan ikut berkembang.
Bagi masyarakat, perbaikan ruas Tlogowungu-Sitiluhur menjadi kabar yang cukup melegakan. Sutejo, warga Desa Guwo, mengatakan kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan pengguna kendaraan.
Ia menuturkan, jalan yang berlubang dan bergelombang kerap membuat kendaraan mengalami kerusakan. Bahkan, pengendara sepeda motor beberapa kali harus mengeluarkan biaya tambahan karena ban bocor setelah menghantam lubang di badan jalan.
“Kondisinya dulu banyak lubang dan bergelombang. Kalau motor masuk lubang yang dalam, ban bisa bocor. Tentu biaya perbaikannya juga menjadi beban warga,” kata Sutejo.
Ia berharap jalan yang telah diperbaiki dapat dijaga kualitasnya dan dirawat secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat, tetapi dapat menjadi akses yang menunjang aktivitas warga dan perekonomian masyarakat sekitar.
(ADV)









