Persoalan kesemrawutan di area tambat parkir kapal di Kabupaten Pati dinilai bukan sekadar masalah estetika lingkungan semata. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoerul Sofyan, memandang aspek kerapian dalam menata posisi kapal memiliki korelasi langsung dengan faktor keselamatan kerja para nelayan.
Jaza menjelaskan bahwa kondisi perahu yang bersandar secara acak-acakan dapat menimbulkan risiko benturan antar-lambung kapal, terutama saat cuaca buruk atau gelombang tinggi melanda. Hal ini tidak hanya berpotensi merusak aset berharga nelayan, tetapi juga membahayakan nyawa para pekerja perairan saat beraktivitas di sekitar dermaga.
“Penataan tambat kapal ini bukan hanya soal kerapian, tapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya para nelayan,” jelas legislator dari Fraksi Golkar tersebut saat memberikan analisis risiko lapangan.
Oleh karena itu, ia meminta otoritas terkait untuk segera membuat aturan zonasi parkir kapal yang jelas di wilayah pesisir Pati. Dengan adanya sistem tambat yang rapi dan teratur, risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin sehingga nelayan dapat bekerja dengan perasaan tenang.
(ADV)










