Kemarau Panjang Picu Risiko Kebakaran Lahan, DPRD Pati Minta Pencegahan Diperkuat

oleh -55 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Risiko kebakaran lahan di Kabupaten Pati menjadi perhatian seiring berlangsungnya musim kemarau dan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah. DPRD Pati meminta langkah pencegahan diperkuat untuk mengantisipasi meluasnya kejadian kebakaran.

Data BPBD Pati mencatat, sejak akhir Juli hingga September 2026 terdapat 45 kejadian kebakaran lahan yang tersebar di 38 desa. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan dampak kekeringan yang melanda 40 desa di 10 kecamatan dengan luasan lahan terdampak sekitar 1.700 hektare.

Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, mengatakan kebakaran lahan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena kondisi kering turut meningkatkan potensi api mudah menyebar.

“Ini bukan hanya persoalan ketika api sudah muncul. Ada persoalan kekeringan yang menjadi latar belakangnya. Karena itu, penanganannya harus lintas sektor, mulai dari pencegahan, kesiapan personel sampai penanganan setelah terjadi kebakaran,” ujarnya.

Menurut Bambang, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam ketika kebakaran telah terjadi. Koordinasi antara BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diperlukan sejak tahap pencegahan.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan kesiapan armada serta personel, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kekeringan cukup tinggi. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kebakaran.

Di sisi lain, pemerintah desa diharapkan turut mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah aktivitas pembakaran sampah maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi vegetasi yang kering.

“Di tengah kondisi seperti ini, api kecil bisa cepat membesar karena banyak vegetasi yang kering. Masyarakat harus dilibatkan sebagai bagian dari pencegahan,” katanya.

Bambang menilai status tanggap darurat kekeringan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pati perlu dibarengi dengan langkah nyata di lapangan. Penanganan dampak kekeringan, menurutnya, juga harus mempertimbangkan risiko bencana lain yang dapat muncul akibat kondisi lingkungan yang kering.

Karena itu, upaya mitigasi kebakaran lahan diharapkan berjalan beriringan dengan penanganan kekeringan. Dengan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, potensi kebakaran di wilayah rawan dapat ditekan selama kondisi kemarau masih berlangsung.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.