Ketua Komisi B: Budaya dan Ekonomi Masyarakat Bisa Berjalan Bersama

oleh -37 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengapresiasi Kecamatan Wedarijaksa yang mengangkat kehidupan petani garam melalui sajian tari dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Muslihan menilai penampilan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan dan potensi ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Menurutnya, profesi petani garam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir dapat dikemas menjadi karya seni sekaligus sarana untuk mengenalkan potensi ekonomi daerah.

“Saya mengapresiasi Kecamatan Wedarijaksa yang mengangkat kehidupan petani garam melalui seni tari. Ini menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi masyarakat sebenarnya bisa berjalan bersama. Ketika kehidupan petani garam diangkat menjadi karya seni, secara tidak langsung kita juga sedang memperkenalkan salah satu potensi ekonomi Pati,” ujar Muslihan.

Sebagai Ketua Komisi B, Muslihan menilai sektor pergaraman memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat pesisir. Karena itu, menurutnya, pengenalan potensi garam melalui kegiatan budaya harus diikuti dengan perhatian terhadap keberlangsungan usaha para petani garam.

Ia mengatakan, kreativitas seperti yang ditampilkan Wedarijaksa dapat menjadi cara untuk membangun kebanggaan terhadap profesi dan produk lokal. Masyarakat tidak hanya melihat garam sebagai komoditas, tetapi juga memahami adanya proses panjang dan kerja keras petani di balik produksi garam.

“Kita ingin potensi lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Petani garam harus mendapatkan perhatian, baik dari sisi produksi, kualitas, pemasaran maupun pengembangan usahanya. Dengan begitu, potensi garam bisa semakin kuat sebagai bagian dari ekonomi masyarakat Pati,” jelasnya.

Muslihan berharap Festival Adhi Loka ke depan semakin banyak mengangkat potensi ekonomi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. Menurutnya, budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk, profesi, tradisi, dan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.

“Festival seperti ini jangan hanya berhenti sebagai tontonan. Kita bisa menjadikannya sebagai ruang promosi potensi daerah. Apa yang dilakukan Wedarijaksa dengan mengangkat petani garam patut diapresiasi karena budaya sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kekuatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.