Komisi B DPRD Pati Minta Krisis Air Tambak Garam Batangan Tak Ganggu Ekonomi Petani

oleh -56 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Gangguan pasokan air laut ke tambak garam di Kecamatan Batangan dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, mengatakan lebih dari 300 hektare lahan tambak garam di kawasan tersebut saat ini tidak dapat berproduksi secara optimal akibat kondisi air laut yang surut.

“Yang terdampak bukan hanya proses produksinya, tetapi juga pendapatan petani. Ketika tambak tidak bisa produksi, otomatis hasil yang mereka dapatkan juga berkurang,” ujar Muslihan.

Persoalan tersebut terjadi ketika musim kemarau panjang membuat permukaan air laut surut dan pasang menjadi sangat kecil. Kondisi ini menyebabkan air laut sulit dialirkan menuju petak-petak tambak.

Di sisi lain, harga garam di tingkat petambak dilaporkan berada pada kisaran Rp780 hingga Rp800 per kilogram. Namun, harga tersebut belum mampu dimanfaatkan secara maksimal karena produksi terkendala ketersediaan air.

Muslihan mengatakan pemerintah perlu melihat persoalan tersebut dari sisi produksi sekaligus perlindungan ekonomi petani.

“Ketika harga masih cukup baik tetapi petani tidak bisa memproduksi, tentu ada persoalan yang harus kita carikan jalan keluarnya,” katanya.

Ia mendorong dinas teknis melakukan pengecekan kondisi saluran air serta mencari kemungkinan solusi agar pasokan air laut bisa lebih mudah masuk ke kawasan tambak.

Menurutnya, pembenahan sistem pengairan penting dilakukan agar petani tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap kali memasuki musim kemarau.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.