Komisi C DPRD Pati Soroti Tingginya Risiko Kecelakaan di Jalur Gunungsari

oleh -11 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Kondisi jalan pegunungan yang melintasi Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, kembali menjadi sorotan. Minimnya fasilitas keselamatan di sepanjang ruas Tlogowungu–Gunungwungkal dinilai meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto menilai pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap jalur tersebut karena memiliki karakteristik yang berbeda dibanding jalan di wilayah perkotaan maupun dataran rendah.

banner 336x280

Jalur yang dipenuhi tikungan tajam, tebing, dan jurang itu setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Namun hingga kini, sebagian besar titik rawan belum dilengkapi pagar pembatas jalan yang memadai.

Masalah tersebut mencuat saat pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, di mana warga menyampaikan sejumlah kejadian kecelakaan yang pernah terjadi akibat minimnya sarana pengaman jalan.

Joni menilai kondisi itu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, pemerintah harus menerapkan langkah pencegahan sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Jangan sampai kita hanya bergerak setelah terjadi musibah. Pemerintah harus hadir lebih awal dengan menyediakan fasilitas keselamatan yang memadai di lokasi-lokasi yang memang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan jalan.

Menurut Joni, daerah pegunungan membutuhkan perhatian ekstra karena risiko yang dihadapi pengguna jalan jauh lebih besar dibanding ruas jalan biasa.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan infrastruktur. Jalan yang mulus belum tentu aman apabila tidak dilengkapi sarana keselamatan yang memadai. Karena itu, kami mendorong agar jalur Gunungsari segera mendapatkan penanganan menyeluruh sebelum terjadi kecelakaan yang lebih besar,” tegasnya.

Joni menambahkan Komisi C DPRD Pati akan mendorong evaluasi fasilitas keselamatan jalan di wilayah pegunungan lainnya agar kejadian serupa tidak hanya ditangani secara parsial, melainkan menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan transportasi di Kabupaten Pati.

Menurutnya, langkah preventif jauh lebih penting daripada penanganan setelah kecelakaan terjadi, sehingga keberadaan pagar pembatas jalan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.