PATI – Fakta-fakta baru terungkap dalam kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang siswa MTs Islam Wangunrejo mengalami patah jari. Korban disebut mengalami serangkaian kekerasan fisik sebelum akhirnya terluka parah.
Kakak sepupu korban, Sahlatina, mengatakan A menjadi sasaran tiga siswa senior saat kegiatan MPLS. Kekerasan bermula di dalam kelas dan berlanjut hingga kamar mandi sekolah.
Menurut penuturan korban, ia dipukul berulang kali oleh para pelaku. Selain menggunakan tangan kosong, pelaku juga disebut memukul korban memakai penggaris.
“Di kamar mandi korban sempat diminta memaafkan pelaku. Setelah itu malah dipukul lagi,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, korban juga disiram menggunakan air dari ember. Saat berusaha keluar dari lokasi, aksesnya disebut dihalangi sehingga korban memilih memanjat pagar besi.
Dalam kondisi lemah dan hampir pingsan, tangan korban terjepit pagar. Akibatnya satu jari mengalami patah serius dan satu jari lainnya mengalami retak.
Keluarga menyebut korban sempat mengalami syok dan ketakutan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Baru saat berada di rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB, korban berani mengungkap seluruh peristiwa kepada keluarganya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan tengah diproses aparat kepolisian.










