PATI, inaraa.id – Hasil panen tembakau yang lebih baik menjadi kabar positif bagi petani di Kabupaten Pati. Namun, peningkatan kualitas produksi perlu diimbangi dengan harga jual yang mampu menutup biaya usaha tani agar keuntungan petani benar-benar terasa.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menilai keberhasilan panen seharusnya menjadi kesempatan bagi petani untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Untuk itu, harga di tingkat gudang perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika petani menghadapi berbagai kebutuhan biaya selama masa tanam hingga pascapanen.
Menurutnya, petani telah mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan, pembelian sarana produksi, perawatan tanaman, pemetikan, hingga pengeringan. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.
“Ukuran keberhasilan pertanian bukan hanya berapa banyak hasil yang diperoleh. Petani juga perlu menghitung berapa pendapatan bersih yang tersisa setelah seluruh biaya produksi dibayarkan,” ujarnya.
Mukit berpandangan, informasi mengenai standar mutu dan penilaian hasil tembakau juga perlu dipahami petani. Dengan demikian, petani dapat mengetahui faktor yang memengaruhi harga jual sekaligus menentukan langkah perbaikan pada musim tanam berikutnya.
Ia mendorong agar komunikasi antara petani dan pihak pembeli berjalan terbuka, terutama terkait kualitas tembakau dan dasar penentuan harga.
“Kalau petani memahami standar kualitas dan perhitungan harga secara jelas, mereka bisa mengevaluasi hasil produksinya dengan lebih baik. Harapannya, usaha tani tembakau benar-benar memberikan keuntungan yang sebanding dengan pengorbanan petani,” tegasnya.
(ADV)









