Pasokan Air Laut Terkendala, Lebih dari 300 Hektare Tambak Garam Batangan Terdampak

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Petani garam di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, menghadapi kendala produksi akibat terbatasnya pasokan air laut ke area tambak. Kondisi pasang air laut yang rendah membuat lebih dari 300 hektare lahan garam di wilayah tersebut tidak dapat berproduksi secara optimal.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Menurutnya, ketersediaan air laut menjadi faktor utama dalam menentukan kelancaran proses produksi garam rakyat.

“Kalau air laut tidak bisa masuk, petani tentu kesulitan memulai proses produksi. Ini bukan hanya persoalan satu dua petambak, karena luas lahan yang terdampak mencapai lebih dari 300 hektare,” ujar Mukit.

Berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan, rendahnya pasang membuat air laut sulit masuk ke sejumlah petakan tambak. Akibatnya, petani harus menunggu kondisi pasang yang lebih tinggi agar dapat kembali mengisi lahan mereka.

Situasi tersebut juga berdampak pada keberlangsungan produksi. Di sejumlah lokasi, aktivitas produksi garam disebut terhenti hampir dua pekan. Sebagian petani berupaya mengatasi keterbatasan pasokan dengan memanfaatkan pompa untuk membantu mengalirkan air laut menuju tambak.

Mukit menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terhadap sistem saluran air yang menghubungkan laut dengan kawasan tambak garam.

“Saluran air perlu dicek. Kalau ada bagian yang mengalami pendangkalan atau tidak mampu mengalirkan air dengan baik, tentu harus ditangani,” katanya.

Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kendala yang terjadi murni akibat rendahnya pasang atau terdapat faktor lain pada jaringan saluran air yang ikut memengaruhi masuknya air ke area produksi.

Komisi B DPRD Pati, kata Mukit, akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mencari langkah penanganan yang memungkinkan dilakukan. Pemetaan kondisi saluran dinilai penting agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani.

Ia berharap akses air laut menuju tambak dapat kembali berfungsi dengan baik. Dengan demikian, ketika kondisi pasang mulai mendukung, petani dapat segera mengisi petakan dan melanjutkan proses produksi.

Menurut Mukit, kelancaran produksi garam penting untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.