Pemkab Pati Jamin Perawatan Pemuda Penderita Radang Otak, Rujukan ke Semarang Jadi Opsi

oleh -47 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Pemkab Pati memberikan perhatian terhadap kondisi Rifki (22), pemuda asal Kecamatan Gabus yang kini menjalani perawatan intensif akibat radang otak di RSUD RAA Soewondo Pati. Meski secara administrasi kependudukan masih tercatat sebagai warga Blitar, Rifki dipastikan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya.

Hal tersebut ditegaskan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, ketika mengunjungi Rifki di RSUD RAA Soewondo Pati, Selasa (20/10/2026). Dalam kunjungan itu, Chandra juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien dan kemungkinan penanganan lanjutan.

Chandra menegaskan bahwa perbedaan domisili dalam identitas kependudukan tidak menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan medis terhadap pasien.

“Walaupun seperti itu, tetap kita tangani,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kondisi Rifki cukup memprihatinkan lantaran penyakit yang dideritanya telah berlangsung dalam waktu lama dan peradangan sudah menjalar ke otak. Saat ini, tim medis masih melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien sekaligus menilai efektivitas pengobatan yang diberikan.

Pemkab Pati berharap penanganan di RSUD RAA Soewondo dapat memberikan hasil yang baik. Kendati demikian, opsi pemindahan pasien ke RSUP Dr. Kariadi Semarang telah disiapkan apabila penanganan lanjutan diperlukan.

“Radang otaknya sudah lumayan besar. Semoga bisa ditangani di Rumah Sakit Soewondo. Kalau tidak bisa, nanti kita rujuk ke Rumah Sakit Kariadi,” kata Chandra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rifki tinggal bersama neneknya di Kecamatan Gabus setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia diketahui memiliki KTP Blitar, sementara kesehariannya saat ini tidak bekerja dan sudah tidak mengenyam pendidikan.

Kondisi Rifki mendapat perhatian pemerintah daerah setelah adanya laporan dari masyarakat mengenai keadaan pemuda tersebut.

Di sisi lain, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati menyampaikan bahwa kondisi pasien masih stagnan dan belum sadarkan diri. Tim dokter terus melakukan evaluasi klinis untuk memantau perkembangan penyakit serta melihat respons tubuh pasien terhadap terapi yang diberikan.

Menurut pihak rumah sakit, Rifki mulai kehilangan kesadaran saat berada di rumah neneknya di Pati. Sejak saat itu, penanganan medis terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasien.

“Pasien mulai tidak sadarkan diri ketika berada di rumah neneknya di Pati. Saat ini, kami terus memantau kondisinya dan mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang diberikan,” jelas Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati.

Apabila kondisi pasien belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan, pihak rumah sakit akan mengupayakan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Rifki dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

Kunjungan Plt Bupati Pati tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati dan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati, bersama jajaran manajemen RSUD RAA Soewondo.

Pemkab Pati menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan Rifki melalui koordinasi dengan tenaga medis. Perkembangan kondisi pasien akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk keputusan rujukan apabila dibutuhkan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.