Petani Tambak Kesulitan Melintas, Legislator Pati Dorong Jalan Selok Dibangun Rabat Beton

oleh -58 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian, perkebunan maupun tambak, jalan bukan sekadar sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kondisi akses sangat menentukan kelancaran pekerjaan dan distribusi hasil produksi.

Persoalan itu pula yang terlihat di jalan tanggul sepanjang Sungai Selok, tepatnya di kawasan perbatasan Desa Langgenharjo dan Desa Bakaran, Kecamatan Juwana. Jalan yang masih berupa tanah tersebut kerap tergenang ketika hujan.

Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Sudi Rustanto, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena masyarakat membutuhkan akses yang bisa digunakan secara konsisten sepanjang tahun.

“Petani itu membutuhkan jalan yang bisa diandalkan. Ketika jalan sulit dilewati, pekerjaan di lapangan ikut terganggu. Apalagi kalau harus membawa hasil produksi,” kata Sudi.

Politikus yang dikenal dekat dengan aktivitas pertanian dan perkebunan tersebut mengatakan, karakter wilayah Juwana memang membuat pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan pendekatan yang tepat.

Jalan yang berada di sekitar kawasan perairan, menurutnya, memiliki tantangan berbeda dengan jalan di wilayah yang tidak rawan genangan. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mempertimbangkan kondisi jalan saat kering.

“Kalau setiap musim hujan jalan kembali rusak, berarti ada persoalan yang harus diselesaikan dari konstruksinya. Jangan hanya mengejar jalan terlihat bagus sementara, tetapi harus dipikirkan ketahanannya,” jelasnya.

Sudi mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan pembangunan rabat beton di ruas tersebut. Konstruksi itu diharapkan mampu memberikan akses yang lebih kuat bagi masyarakat yang setiap hari melintas.

Ia juga meminta agar pembangunan jalan tidak dipisahkan dari kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Ketika akses pertanian dan tambak lancar, distribusi juga lancar. Itu akhirnya berpengaruh pada produktivitas dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sudi, usulan perbaikan tersebut perlu dikaji melalui survei teknis agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.