Polisi Tidur Dinilai Jadi Langkah Preventif Tekan Kecelakaan di Pati

oleh -101 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Pemasangan polisi tidur di sejumlah titik rawan kecelakaan di Kabupaten Pati dinilai sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. DPRD Kabupaten Pati menyambut positif upaya tersebut dan berharap dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suharmanto, mengatakan fasilitas pengendali kecepatan memiliki peran penting, terutama di kawasan yang memiliki riwayat kecelakaan dan aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Dua lokasi yang mendapat perhatian berada di perempatan jalur Desa Sokopuluhan–Winong dan Desa Triguno–Sembaturagung. Menurut Suharmanto, pemasangan polisi tidur di titik tersebut dapat membantu mengantisipasi pengendara yang melaju terlalu cepat.

“Polisi tidur ini bukan sekadar fasilitas tambahan di jalan. Ini bagian dari upaya mengingatkan pengendara bahwa mereka sedang memasuki titik yang membutuhkan kewaspadaan lebih,” kata Suharmanto.

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan menunggu terjadinya kecelakaan baru kemudian dilakukan penanganan. Terlebih, sejumlah kejadian kecelakaan sebelumnya menunjukkan adanya risiko keselamatan di kawasan tersebut.

Ia berharap pengendara dapat memahami keberadaan polisi tidur sebagai tanda untuk menurunkan kecepatan, bukan justru melakukan pengereman mendadak yang juga dapat membahayakan pengguna jalan lain.

“Tujuan akhirnya bukan membuat perjalanan menjadi lambat, tetapi membuat perjalanan lebih aman. Pengendara cukup menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melewati titik rawan,” jelasnya.

Suharmanto juga mengapresiasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pati yang telah mengambil langkah berdasarkan kondisi di lapangan. Menurutnya, respons terhadap titik rawan kecelakaan perlu terus dilakukan secara bertahap di wilayah lain yang memiliki persoalan serupa.

“Ketika ada titik yang memang memiliki potensi kecelakaan, langkah pencegahan seperti ini harus diprioritaskan. Jangan menunggu korban bertambah baru kemudian bertindak,” ujarnya.

Ke depan, ia mendorong agar efektivitas pemasangan polisi tidur tersebut tetap dipantau. Jika masih ditemukan risiko kecelakaan, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah tambahan, seperti rambu peringatan, penerangan jalan, maupun edukasi kepada masyarakat.

Dengan kombinasi infrastruktur keselamatan dan kepatuhan pengendara, Suharmanto berharap angka kecelakaan di jalur tersebut dapat ditekan dan aktivitas masyarakat berlangsung lebih aman.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.