Ratusan Hektare Tambak di Tayu dan Margoyoso Terendam Rob, Adika Maulana Minta Penanganan Cepat

oleh -5 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Banjir rob yang merendam lebih dari 400 hektare tambak di Kecamatan Tayu dan Margoyoso mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Pati Fraksi Gerindra, Adika Maulana Prastya. Legislator muda dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Tayu itu meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah cepat untuk membantu para petani tambak yang terdampak.

Menurut Adika, rob yang terjadi tidak hanya merendam lahan budidaya, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan tambak.

Ia menilai luasnya area yang terdampak menunjukkan bahwa persoalan rob di wilayah pesisir Pati sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah musiman. Pemerintah perlu menyiapkan penanganan yang lebih serius agar kerugian masyarakat tidak terus berulang setiap tahun.

“Ketika ratusan hektare tambak terendam, yang terdampak bukan hanya pemilik tambak. Ada pekerja tambak, pedagang, hingga sektor ekonomi pendukung lainnya yang ikut merasakan dampaknya,” ujar Adika.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah yang terdampak langsung, Adika mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat pesisir terkait kerugian yang mereka alami. Banyak petani tambak kehilangan bibit dan gagal melanjutkan siklus budidaya akibat genangan rob yang berlangsung cukup lama.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera melakukan pendataan secara akurat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.

“Jangan sampai masyarakat pesisir hanya menjadi penonton ketika bencana datang. Mereka membutuhkan kepastian bahwa pemerintah hadir dan memberikan solusi nyata atas persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Selain bantuan jangka pendek, Adika juga mendorong adanya langkah mitigasi yang lebih komprehensif untuk mengurangi risiko rob di masa mendatang. Menurutnya, perlindungan terhadap kawasan tambak harus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau rob terus terjadi tanpa penanganan yang serius, masyarakat akan kehilangan semangat untuk berusaha. Padahal sektor tambak merupakan salah satu penggerak ekonomi penting di wilayah pesisir Pati,” tandasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.