Sadikin Dorong Penanganan Kekeringan Tayu Lewat Infrastruktur Air Jangka Panjang

oleh -30 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa. id– Kekeringan yang berulang setiap musim kemarau di Kecamatan Tayu dinilai perlu mendapat penanganan yang lebih menyeluruh. Bantuan air bersih kepada masyarakat dianggap penting sebagai langkah darurat, tetapi belum cukup untuk menyelesaikan persoalan ketersediaan air dalam jangka panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sadikin, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai menyiapkan strategi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki akses terhadap sumber air yang lebih stabil sehingga tidak selalu mengandalkan distribusi air saat musim kemarau.

Ia menyebut kondisi sumur warga yang mengering menjadi salah satu indikator perlunya pembangunan infrastruktur pendukung ketersediaan air. Karena itu, penanganan kekeringan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika kondisi sudah semakin parah.

“Dropping air memang dibutuhkan untuk keadaan darurat. Tetapi jangan sampai setiap kemarau masyarakat terus menunggu bantuan. Kita perlu membangun sistem penyediaan air yang lebih menjamin kebutuhan warga,” ujar Sadikin.

Salah satu upaya yang dinilai dapat dipertimbangkan adalah pembangunan jaringan irigasi. Infrastruktur tersebut tidak hanya dapat menunjang kebutuhan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.

Sadikin meminta Pemkab Pati mengubah pola penanganan dari sekadar respons terhadap kondisi darurat menjadi perencanaan jangka panjang. Menurutnya, program pembangunan infrastruktur air harus dipersiapkan sebelum musim kemarau tiba.

“Kalau persoalan ini muncul setiap tahun, berarti penanganannya juga harus dibuat lebih permanen. Jangan hanya bertindak setelah sumber air warga sudah mengering,” katanya.

Ia juga mendorong adanya pemetaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengetahui wilayah yang paling sering mengalami krisis air. Pemetaan tersebut dinilai penting sebagai dasar menentukan pembangunan sarana dan prasarana air secara tepat sasaran.

Dengan perencanaan yang lebih matang, Sadikin berharap persoalan kekeringan di Kecamatan Tayu dapat ditekan secara bertahap. Masyarakat pun diharapkan memiliki akses air yang lebih aman dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan saat musim kemarau.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.