Soroti Ketergantungan Bibit Luar, Teguh Bandang Waluyo Desak Pemkab Pati Cetak Petambak Mandiri

oleh -48 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pati, inaraa.id – Program pengembangan ikan nila salin di Kabupaten Pati kini tengah menjadi sorotan tajam dari kalangan legislatif. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menilai implementasi program unggulan ini belum berjalan maksimal di tingkat akar rumput. Salah satu indikator utamanya adalah masih tingginya ketergantungan para petambak lokal terhadap pasokan bibit dari luar daerah, padahal Pati memiliki potensi besar untuk memproduksi bibit secara mandiri.

Bandang memandang kondisi ini sebagai sebuah ironi yang harus segera diakhiri. Menurutnya, potensi nila salin yang adaptif dengan perairan lokal seharusnya menjadi modal utama untuk menggerakkan ekonomi tambak. Jika bibit terus didatangkan dari luar, maka nilai tambah ekonomi tidak akan berputar di dalam daerah, melainkan lari ke pengusaha pembibitan di wilayah lain.

banner 336x280

Dalam upayanya mendorong kemandirian, ia memberikan penegasan kepada dinas terkait. “Petambak Pati harus mandiri bibit. Kalau masih beli dari luar, program lokal tidak tumbuh,” ujarnya. Statmen ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program daerah diukur dari sejauh mana masyarakat lokal mampu menguasai rantai produksinya sendiri.

Ia mendesak agar pemerintah daerah segera merumuskan pelatihan teknis yang komprehensif, mulai dari pemilihan indukan hingga manajemen pendederan. Tanpa adanya intervensi berupa transfer teknologi dan pengetahuan kepada petambak, cita-cita menjadikan Pati sebagai pusat nila salin unggulan hanya akan menjadi wacana di atas kertas.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.