Tampil di TMII, DPRD Pati Dorong Kesenian Lokal Terus Hidup dan Berkembang

oleh -115 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Kesenian tradisional Kabupaten Pati kembali mendapat ruang untuk tampil di panggung nasional. Melalui Gelar Seni Budaya 2026 yang berlangsung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sejumlah kesenian Pati diperkenalkan kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo. Menurutnya, keikutsertaan Pati dalam agenda kebudayaan di tingkat nasional menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pengenalan terhadap kekayaan budaya daerah.

Salah satu pertunjukan yang dibawakan adalah Sendratari Sapi Pragolo. Kesenian tersebut tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa cerita dan nilai sejarah yang berkaitan dengan perjalanan budaya Pati.

Teguh menilai, upaya menjaga kebudayaan tidak cukup dilakukan dengan merawat peninggalan atau mendokumentasikan kesenian. Keberlangsungan budaya, kata dia, sangat bergantung pada keberanian untuk terus menampilkan dan mengenalkannya kepada generasi berikutnya.

“Budaya akan tetap hidup kalau terus dipentaskan, dipelajari dan dikenalkan. Karena itu, kami mengapresiasi ketika kesenian Pati bisa tampil di TMII dan disaksikan masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, keberadaan seniman dan komunitas budaya juga perlu mendapatkan dukungan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama DPRD dinilai memiliki peran dalam menciptakan ruang yang memungkinkan para pelaku seni untuk terus berkarya.

“Kita ingin seniman Pati memiliki ruang untuk berkarya. Jangan sampai kesenian tradisional hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan karakter aslinya,” katanya.

Menurut Teguh, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tidak berhenti pada satu generasi. Anak-anak muda perlu diberi ruang untuk mengenal, mempelajari hingga terlibat langsung dalam proses berkesenian.

“Anak-anak muda harus menjadi bagian dari pelestarian ini. Mereka bukan hanya penonton, tetapi juga harus diberi kesempatan menjadi pelaku seni dan penerus budaya Pati,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.