PATI, inaraa.id – Di balik kemeriahan Tari Kolosal dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703, terdapat proses pembelajaran yang dinilai memiliki manfaat bagi perkembangan karakter pelajar.
Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo mengatakan, keterlibatan pelajar dalam pertunjukan seni dapat menjadi sarana pendidikan yang melatih berbagai kemampuan di luar aspek akademik.
“Saya melihat kegiatan seperti ini memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat. Anak-anak belajar seni sekaligus belajar bagaimana bekerja sama, mengikuti arahan, dan bertanggung jawab terhadap penampilannya. Karena itu, pembinaan kesenian di lingkungan sekolah perlu dijaga kesinambungannya,” ungkap Bandang.
Menurutnya, latihan untuk pertunjukan kolosal mengharuskan siswa memahami arahan, menjaga kekompakan, serta mampu menyesuaikan diri dengan peserta lain. Proses tersebut secara tidak langsung membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.
Bandang menilai pembinaan seni di sekolah perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Ia mendorong agar program kesenian di lingkungan sekolah dapat berlangsung secara rutin sehingga bakat siswa bisa diketahui dan dikembangkan sejak dini.
“Karena itu, pembinaan kesenian di lingkungan sekolah perlu dijaga kesinambungannya,” tambahnya.
Tari Kolosal yang digelar di Alun-Alun Pati, Minggu (23/8/2026), melibatkan sekitar 1.000 pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Pati.
(ADV)










