Teguh Bandang Waluyo: Korban Jangan Dipulangkan Sebelum Kondisinya Benar-Benar Pulih

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Komisi D DPRD Pati meminta penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong dilakukan secara menyeluruh.

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan agar keluarga korban tidak dibebani persoalan biaya selama anak mereka masih membutuhkan pelayanan medis.

Bandang mengatakan, keselamatan siswa harus menjadi ukuran utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Jangan sampai orang tua membawa pulang anaknya karena takut biaya. Kalau masih membutuhkan perawatan, rawat sampai dokter menyatakan kondisinya sudah baik,” tegas Bandang.

Ia meminta fasilitas kesehatan yang menangani korban memberikan pelayanan maksimal, termasuk melakukan pemantauan terhadap pasien yang sudah diperbolehkan pulang.

Menurutnya, dugaan keracunan tidak boleh hanya dilihat dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Pemeriksaan terhadap korban dengan gejala ringan juga tetap diperlukan karena kondisi kesehatan setiap anak berbeda.

Kasus tersebut sebelumnya melibatkan siswa dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati. Sejumlah korban mendapatkan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS KSH dan RS Fastabiq.

Bandang meminta orang tua tidak ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan apabila kembali merasakan gejala seperti mual, nyeri perut, diare maupun keluhan lain.

“Kalau ada gejala lagi, segera diperiksa. Jangan menunggu parah. Pemerintah sudah menyatakan persoalan biaya jangan menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi D akan terus memantau perkembangan kondisi korban hingga seluruh siswa dinyatakan pulih.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.