PATI – Masalah ketahanan infrastruktur jalan di Kabupaten Pati terus menjadi sorotan tajam dari jajaran legislatif. Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta dengan tegas agar jajaran dinas terkait menyudahi proyek perbaikan jalan yang hanya bersifat tambal sulam, karena dinilai membuang-buang anggaran daerah tanpa memberikan solusi yang permanen.
Selama ini, kerusakan jalan sering kali kembali muncul hanya berselang beberapa bulan setelah perbaikan selesai dilakukan. Pola proyek yang tidak berkualitas tersebut memicu keluhan masif dari masyarakat pengguna jalan yang merasa hak mobilitasnya terganggu oleh kubangan air dan aspal yang mengelupas saat musim hujan tiba.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mendorong adanya perubahan paradigma dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Bumi Mina Tani. Ia menilai, kebijakan penganggaran harus dialihkan sepenuhnya untuk mendanai konstruksi yang bermutu tinggi seperti pembetonan (rigid pavement).
“Jalanan di Kabupaten harus diperbaiki sebaik mungkin. Kalau perlu setahun kita bekerja keras supaya jalan jangka panjang paling bagus,” tegas Joni Kurnianto saat memberikan evaluasi teknis terhadap kinerja pembangunan daerah.
Joni menambahkan, perencanaan yang matang harus dimulai dari pemilihan material yang sesuai dengan beban tonase kendaraan yang melintas. Dirinya tidak ingin ada kompromi kualitas yang dilakukan oleh pihak kontraktor pemenang tender di lapangan.
Melalui komitmen kerja keras yang dicanangkan ini, Komisi C berharap wajah jalan-jalan poros utama maupun jalan penghubung antar-kecamatan di Pati dapat bertransformasi menjadi jalur yang kokoh dan mantap, sehingga masa pakai infrastruktur tersebut bisa bertahan hingga hitungan dekade.













