Tujuh Dapur SPPG di Pati Ditutup Sementara oleh BGN, Satu Berkaitan dengan KLB

oleh -34 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Sebanyak tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penutupan sementara tersebut berdasarkan surat keputusan BGN Nomor 4814/D.TWS/10/2026. Keputusan itu merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63486 Tahun 2026 tentang petunjuk teknis pengenaan sanksi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Selain itu, keputusan tersebut juga mengacu pada Nota Dinas Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Nomor ND-153/06.01/X/2026 tertanggal 4 Oktober 2026 mengenai permohonan penundaan pelayanan sementara hingga diterbitkannya SPS 2 bagi SPPG.

Ketua Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, membenarkan adanya penutupan sementara tujuh dapur SPPG tersebut.

Menurut Chandra, keputusan penutupan bukan berasal dari Satgas MBG Kabupaten Pati, melainkan dilakukan langsung oleh BGN.

“Penutupan tujuh SPPG itu dari BGN. Ada beberapa surat dari BGN, saya barusan tadi dapat informasi dari Mbak Ros itu ada beberapa yang penutupan yang karena ada kejadian luar biasa dan yang lainnya,” kata Chandra saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Senin (5/10/2026).

Chandra belum menjelaskan secara rinci alasan penutupan masing-masing dapur SPPG. Namun, ia menyebut salah satu dari tujuh dapur yang ditutup berkaitan dengan buntut kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di Kabupaten Pati.

“Bukan, itu dari BGN langsung,” tegasnya ketika ditanya apakah penutupan tersebut merupakan rekomendasi dari Satgas MBG Pati.

Dengan adanya penutupan sementara tersebut, Chandra meminta seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pati menjalankan pengelolaan dapur dan penyediaan makanan secara serius dan sesuai ketentuan.

Ia menekankan bahwa SPPG memiliki tanggung jawab besar karena dipercaya negara untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG.

“SPPG ini kan sudah dipasrahi sama negara untuk mengelola makanan untuk anak-anak kita, tolong dilaksanakan dengan baik, karena penerima manfaat ini diharapkan mendapatkan gizi yang seimbang, gizi yang baik tentunya untuk pembangunan yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Adapun tujuh dapur SPPG di Kabupaten Pati yang tercantum dalam daftar penutupan sementara oleh BGN, yakni:

1. SPPG Pati Cluwak Ngawen.
2. SPPG Pati Gabus Wuwur.
3. SPPG Pati Kayen Srikaton.
4. SPPG Pati Margorejo Sokokulon.
5. SPPG Pati Margoyoso Pohijo.
6. SPPG Pati Pucakwangi Tegalwero.
7. SPPG Pati Tambakromo Keben.

Penutupan sementara tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi terhadap pelaksanaan layanan SPPG, terutama untuk memastikan penyediaan makanan dalam program MBG memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kecukupan gizi bagi seluruh penerima manfaat.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.