Warsiti Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

oleh -4 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Pemanfaatan lahan kosong yang belum dikelola secara maksimal dinilai berpotensi menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. DPRD Kabupaten Pati pun mendorong masyarakat agar lebih produktif dalam mengolah lahan yang tersedia menjadi sumber pangan mandiri.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mengatakan Kabupaten Pati memiliki potensi pertanian yang dapat terus dikembangkan, termasuk melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah maupun tanah kosong di lingkungan pedesaan.

Menurutnya, lahan yang belum digunakan secara optimal dapat diubah menjadi area produktif dengan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan sesuai kondisi tanah serta ketersediaan air.

Warsiti menilai, langkah tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga berpeluang mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan makanan.

“Tidak harus menunggu memiliki lahan luas untuk mulai bertani. Lahan yang ada di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau kebutuhan pangan lainnya. Hasilnya dapat digunakan sendiri sehingga membantu menghemat belanja keluarga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pertanian skala rumah tangga dapat dimulai dengan cara sederhana. Melalui pengelolaan yang tepat dan pemilihan tanaman yang sesuai, pekarangan maupun lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Untuk mendukung upaya tersebut, Warsiti mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Pati agar meningkatkan pendampingan kepada warga. Pendampingan diperlukan agar masyarakat memahami teknik bercocok tanam, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, penggunaan pupuk, hingga perawatan tanaman.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah perlu diimbangi dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dengan begitu, pemanfaatan lahan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan dapat berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Perlu ada kesadaran bersama bahwa lahan yang belum dimanfaatkan sebenarnya memiliki potensi. Jika dikelola dengan baik, masyarakat bisa mendapatkan manfaat langsung untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan nilai guna lahan tersebut,” tambahnya.

Warsiti berharap, gerakan memanfaatkan lahan tidur dapat semakin berkembang di Kabupaten Pati. Selain mendorong lingkungan yang lebih produktif, langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan pangan dari luar rumah tangga.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.