PATI, inaraa.id — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah, salah satunya petani.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, menilai sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi dan pangan di Kabupaten Pati.
“Kalau kita bicara tentang mengisi kemerdekaan, salah satunya adalah memastikan para petani bisa hidup sejahtera dari hasil kerja mereka. Jangan sampai petani justru menjadi kelompok yang tertinggal,” ujar Warsiti.
Ia mendorong agar pembangunan sektor pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi. Akses pupuk, benih, teknologi, irigasi, hingga pemasaran hasil panen juga harus menjadi perhatian.
Warsiti menyebut kesejahteraan petani akan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Ketika pendapatan petani meningkat, perputaran ekonomi di desa juga akan semakin kuat.
“Petani membutuhkan kepastian. Mereka harus mendapatkan dukungan mulai dari proses tanam sampai hasil panennya terserap dengan harga yang wajar,” katanya.
Ia berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bekerja di sektor pertanian.
“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui keberpihakan kepada masyarakat. Petani kuat, ekonomi desa bergerak, dan Pati juga akan semakin kuat,” pungkasnya.
(ADV)









