Anak dan Lansia Perlu Lebih Dijaga Saat Kemarau Panjang

oleh -56 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Musim kemarau panjang membuat masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pati harus menghadapi keterbatasan air sekaligus kondisi lingkungan yang semakin kering. Situasi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, meminta perhatian lebih diberikan kepada anak-anak, lansia dan warga yang memiliki sensitivitas terhadap debu maupun perubahan kondisi udara.

“Kelompok rentan harus menjadi perhatian. Ketika lingkungan semakin kering dan debu mudah beterbangan, mereka perlu mendapatkan perlindungan lebih agar tidak mudah mengalami gangguan kesehatan,” kata Hardi.

Data BPBD yang dikutip RRI menyebut kekeringan pada musim kemarau 2026 telah berdampak terhadap 40 desa di 10 kecamatan di Pati.

Menurut Hardi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kemarau harus dilakukan secara menyeluruh. Bantuan air bersih tetap penting, tetapi aspek kesehatan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

Ia meminta keluarga ikut berperan dengan membatasi aktivitas yang membuat anak-anak terpapar debu secara berlebihan serta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila muncul keluhan.

“Jangan menganggap batuk, sesak, pilek atau keluhan lainnya sebagai hal biasa kalau berlangsung terus-menerus. Lebih baik segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan,” ujarnya.

Hardi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta mencukupi kebutuhan cairan selama cuaca panas.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Pemerintah menyiapkan pelayanan, tetapi masyarakat juga harus menjaga kondisi kesehatannya,” tandasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.