Cegah Keributan di Tribun, DPRD Pati Dorong Suporter Salurkan Energi Kreativitas

oleh -93 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Riuhnya tribun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan olahraga. Sorakan, yel-yel hingga atribut suporter mampu membuat suasana kompetisi semakin hidup. Namun, Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Danu Ikhsan HC, mengingatkan agar energi besar tersebut tidak berubah menjadi konflik.

Menurutnya, kreativitas suporter justru bisa menjadi alternatif untuk membangun atmosfer pertandingan yang semarak tanpa harus mengandalkan provokasi atau saling mengejek.

“Suporter itu punya energi yang besar dan kalau diarahkan dengan baik, bisa menjadi bagian menarik dari sebuah pertandingan. Karena itu, saya kira kreativitas perlu mendapat ruang. Jangan sampai semangat mendukung tim justru dilampiaskan dengan tindakan yang memancing keributan,” ujar Danu.

Ia mendorong panitia penyelenggara berbagai turnamen olahraga, baik kategori junior maupun senior dan dari cabang olahraga apa pun, untuk memberikan apresiasi kepada suporter yang mampu menciptakan dukungan secara kreatif.

Bentuknya, kata Danu, bisa disesuaikan dengan karakter masing-masing pertandingan. Mulai dari lomba yel-yel, kostum, koreografi, spanduk kreatif hingga bentuk dukungan lain yang tetap menjunjung etika dan sportivitas.

“Tidak harus mahal atau rumit. Yang penting bagaimana penonton bisa menunjukkan dukungannya dengan cara yang kreatif dan tidak mengganggu jalannya pertandingan. Bahkan kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi turnamen,” jelasnya.

Danu menilai pendekatan tersebut juga dapat menanamkan budaya sportivitas sejak usia muda. Pada turnamen junior, misalnya, suasana pertandingan yang positif dapat menjadi contoh bagi atlet muda mengenai bagaimana kompetisi seharusnya dijalankan.

“Kalau sejak junior sudah dibiasakan melihat pertandingan sebagai ruang untuk berkompetisi sekaligus bersenang-senang secara sehat, kebiasaan itu akan terbawa ketika mereka menjadi atlet senior. Begitu pula suporternya, harus belajar memberikan dukungan tanpa merendahkan pihak lain,” tuturnya.

Ia berharap panitia, klub, komunitas suporter, maupun masyarakat dapat bersama-sama menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan menyenangkan.

“Tribun jangan hanya menjadi tempat berteriak. Jadikan tribun sebagai ruang kreativitas. Kalau suporter bisa menunjukkan dukungan yang positif, pertandingan akan semakin menarik dan semua pihak bisa menikmati olahraga dengan nyaman,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.