Kursi DPRD Pati Kosong, Golkar Pastikan Proses PAW Segera Dituntaskan

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Kekosongan satu kursi di DPRD Kabupaten Pati setelah salah satu anggota dari Partai Golkar meninggal dunia menjadi perhatian partai. Golkar Pati memastikan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) tetap berjalan dan diupayakan segera selesai.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan keberadaan anggota legislatif secara penuh diperlukan agar pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dapat berjalan optimal. Karena itu, kekosongan kursi tersebut diharapkan tidak berlangsung terlalu lama.

“Memang dengan adanya satu kursi yang kosong tentu berpengaruh terhadap kelengkapan anggota DPRD. Karena itu kami berharap proses penggantiannya bisa segera diselesaikan,” ujar Endah.

Meski demikian, ia menegaskan proses PAW tidak bisa dilakukan secara langsung karena terdapat sejumlah tahapan yang wajib dilalui. Mulai dari pengajuan partai, pemeriksaan kelengkapan dokumen hingga penerbitan rekomendasi dari pemerintah provinsi.

Menurut Endah, berkas pengajuan PAW saat ini sudah berada di Pemprov Jawa Tengah. Sebelumnya, proses tersebut sempat tertunda karena terdapat kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi.

“Berkasnya sudah kami lengkapi dan sudah diajukan ke provinsi. Sekarang tinggal menunggu rekomendasi, setelah itu kami akan menindaklanjuti sesuai tahapan yang berlaku,” jelasnya.

Ia mengatakan DPD Golkar Pati menargetkan rekomendasi dapat diterbitkan paling lambat awal September. Setelah rekomendasi turun, proses di DPRD akan segera didorong agar kursi yang kosong dapat kembali terisi.

“Harapannya September awal sudah ada rekomendasi sehingga bisa segera kita lanjutkan ke paripurna,” katanya.

Endah menilai penyelesaian PAW bukan hanya menyangkut kepentingan partai, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan representasi masyarakat di lembaga legislatif. Kursi yang kosong membuat keterwakilan dari daerah pemilihan bersangkutan belum sepenuhnya berjalan.

“Yang paling penting jangan sampai kekosongan ini terlalu lama, karena ada masyarakat yang harus tetap terwakili melalui anggota DPRD,” tegasnya.

Untuk mempercepat penyelesaian, Golkar Pati juga akan melakukan komunikasi dengan jajaran Fraksi Golkar di DPRD Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengawal proses administrasi yang saat ini masih berada di tingkat provinsi.

Terkait sosok yang akan menggantikan anggota DPRD yang meninggal, Endah menyebut penentuannya tetap berpedoman pada mekanisme perolehan suara dalam pemilu.

“Untuk nama pengganti sesuai urutan nomor tertinggi berikutnya dari daerah pemilihan yang sama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.