Distribusi MBG Gembong 01 Dipending, DPRD Pati Dorong Pemeriksaan Laboratorium

oleh -15 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pati Gembong Gemong atau Gembong 01 untuk sementara dihentikan setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan penghentian sementara tersebut berkaitan dengan proses evaluasi menyusul penetapan kejadian sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

Menurut Endah, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para penerima manfaat MBG.

“Sejauh ini sementara dipending. Sepertinya itu karena pasti akan ada evaluasi, dan itu bukan ranah kami,” kata Endah.

Ia menyebut jumlah siswa yang terdampak cukup banyak. Dari data yang diterimanya, terdapat 269 anak yang mengalami dampak kejadian tersebut, sementara 59 anak masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Endah menilai kondisi makanan tidak dapat menjadi satu-satunya indikator untuk menentukan penyebab kejadian. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi siswa belum tentu memperlihatkan tanda-tanda kerusakan secara fisik.

Bahkan, sejumlah siswa disebut masih menilai makanan yang dikonsumsi memiliki rasa dan kondisi yang normal sebelum mengalami keluhan kesehatan.

“Anak-anak tadi juga ada yang bilang trauma. Walaupun ada yang bilang makannya sampai habis. Enak makanannya, mereka enggak merasa itu basi, bau, enggak, tapi kok bisa menimbulkan efek seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, Endah menilai pemeriksaan melalui laboratorium menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah evaluasi dan tindak lanjut.

“Memang harus ada pemeriksaan khusus secara lab, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” tegasnya.

Ia berharap proses pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga penyebab kejadian dapat diketahui dengan jelas. Dengan demikian, langkah perbaikan terhadap pelaksanaan MBG dapat dilakukan secara tepat dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.